The Unique Information From Indonesian Farmer
 

SERAK JAWA, BURUNG KARNIVORA YANG MEMBANTU PETANI MEMBASMI HAMA

Serak Jawa atau burung hantu muka monyet adalah nama dari salah satu spesies burung hantu yang ada di Dunia. Burung serak jawa termasuk sebagai hewan karnivora yang membantu petani membasmi hama, sebab ia biasa memakan tikus ular, burung pemakan biji-bijian, dan hewan-hewan lain yang sering merusak tanaman hingga memakan ikan diarea kolam atau tambak. Sebagai salah satu spesies burung hantu, tentu serak Jawa beraktivitas saat malam hari, atau biasa disebut nocturnal. Mempunyai nilai guna bagi petani, burung ini pun dikembang-biakan oleh petani dan juga pemerintah untuk mengatasi masalah hama dalam dunia pertanian.

Info Tentang Burung Serak Jawa

Serak Jawa adalah salah satu spesies burung hantu berukuran besar yang bermarga Tyto, dari famili Tytonidae. Tyto alba merupakan nama ilmiah dari spesies burung nocturnal ini. Terdapat banyak nama lain dari burung serak jawa, diantaranya: burung hantu muka monyet, burung hantu putih, burung hantu emas, burung hantu perak, burung hantu malam, burung hantu tikus, burung hantu pemekik, burung hantu cantik, burung hantu jerami, burung hantu lumbung, burung hantu gudang dll. Kebiasaan orang Indonesia untuk menyebut serak Jawa adalah hanya “Burung Hantu” saja.

Burung hantu yang mempunyai tampilan menawan ini tersebar di banyak Negara di berbagai Benua (kecuali Antartika). Wilayah Amerika Selatan dan Utara, Eropa, sebagain Besar Afrika, Asia Selatan dan Tenggara, Australia, hingga Kepulauan di Pasifik menjadi wilayah persebarannya. Burung hantu ini mempunyai habitat yang cukup beragam, dia bisa tinggal di wilayah gedung-gedung tinggi di perkotaan, perumahan di area pedesaan, kebun, tepi hutan, wilayah pantai dll. Burung serak Jawa dapat hidup di dataran rendah hingga tinggi sekitar 1.600 mdpl.

Burung hantu dengan wajah yang mempunyai bulu berbentuk hati ini adalah hewan karnivora. Hewan ini memangsa tikus, ular, burung pemakan biji-bijian, burung pemakan buah, ikan, dan hewan-hewan yang tubuhnya berukuran lebih kecil dari dirinya. Karena ia sering memakan tikus dan hama lainnya, maka ia termasuk sebagai hewan yang memberikan manfaat bagi petani. Bagi petambak atau petani ikan, dengan adanya hewan ini juga bisa membantu mengontrol populasi ular yang biasa memangsa ikan-ikan di kolam atau tambak. Berkaca pada manfaat yang diberikan oleh burung serak Jawa, kini petani dan juga Pemerintah telah berusaha untuk membudidayakan burung ini dengan harapan nantinya saat dewasa bisa membantu petani membasmi hama.

Morfologi Dari Burung Hantu Muka Monyet Atau Serak Jawa

Burung hantu muka monyet atau serak Jawa mempunyai ukuran tubuh yang tergolong besar. Panjang tubuhnya bisa mencapai ± 40 cm, bentang sayap lebih dari 1 meter, dan berat hingga 5,7 kg. Si jantan dari burung hantu ini mempunyai ukuran yang kadang sedikit lebih kecil dibandingkan dengan si betina.

Burung serak Jawa ini mempunyai bulu tebal dengan bagian atas yang berwarna cokelat keemasan atau perak dengan bintik-bintik warna cokelat gelap atau hitam dan kombinasi warna putih. Di kepala bagian belakang warna bulunya putih dengan kombinasi cokelat muda. Dibagian bawah tubuhnya, yaitu: perut, dada, leher, paha, pangkal ekor, hingga ekor bagian bawahnya mempunyai warna putih. Pada muka yang berada di tengah bulu yang membentuk garis seperti hati juga mempunyai warna putih.

Berbeda dengan burung pada umumnya, serak Jawa mempunyai mata yang keduanya terletak di wajah bagian depan. Jadi, posisi matanya sejajar di depan. Sedikit kebawah diantara dua mata terdapat paruh besar dan panjang yang mengarah ke bawah seperti paruh burung love bird. Untuk telinga dari si burung hantu muka monyet ini terdapat dibagian samping kepala dan tertutup oleh bulu-bulu lebat.

Sebagai burung karnivora nocturnal, burung ini mempunyai fisik serta kemampuan yang lengkap dalam mendukung ia untuk berburu. Mata yang dapat melihat jelas saat malam hari, penciuman yang bagus, pendengaran yang baik, tubuh yang besar, cakar yang tajam dan besar, paruh yang tajam, serta kemampuan ia terbang dengan tanpa suara atau senyap membuatnya dapat menyergap mangsa dengan begitu handal. Burung serak jawa ini juga mempunyai kemampuan yang tebilang unik, dimana ia dapat memutar kepalanya hingga 270° ke arah kanan atau kiri.



Reproduksi dari Burung Serak Jawa

Burung serak Jawa tergolong sebagai hewan poligami. Si jantan bisa mempunyai lebih dari satu pasangan dengan sarang yang letaknya berdekatan, kurang dari 100 meter. Burung betina akan bersarang mengerami telurnya di lubang pohong, pojok atap gendung tinggi, dahan pohon tinggi, dinding tebing berbatu, hingga dinding gua. Untuk membuat sarang, mereka menggunakan daun, ranting, rumput, akar tanaman dan ditambah dengan bulu-bulu yang mereka rontokkan untuk membuat sarangnya hangat.

Mempunyai ukuran tubuh yang besar, telur dari burung Serak Jawa juga tergolong besar. Telur serak Jawa berbentuk oval, panjangnya 38–46 mm dan lebar 30–35 mm. Dalam satu masa kawin, betina burung ini umumnya bisa menghasilkan telur hingga 6 butir, bahkan juga bisa lebih dari 6 butir. Si burung serak Jawa betina akan bertelur dengan interval 2 hari. Masa inkubasi dari telur burung hantu putih ini antara 30–34 hari. Telur biasa menetas secara tidak bersamaan, sehingga burung yang menetas dari telur lebih awal sering kali mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dan mendominasi perebutan makanan yang diberikan oleh induknya. Sering pula terjadi, anakan dari si burung serak Jawa yang bertubuh kecil dibunuh oleh saudaranya supaya yang besar bisa memperoleh asupan makanan yang lebih banyak.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Serak Jawa, Burung Karnivora Yang Membantu Petani Membasmi Hama”. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Direktorat Jenderal Perkebunan (DITJENBUN) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. “Burung Serak Jawa (Tyto alba), Pahlawan Berjubah Putih Sahabat Petani”. https://ditjenbun.pertanian.go.id/burung-serak-jawa-tyto-alba-pahlawan-berjubah-putih-sahabat-petani/ (diakses 21 Mei 2022).

Wikipedia. “Serak Jawa”. https://id.wikipedia.org/wiki/Serak_jawa