The Unique Information From Indonesian Farmer
 

PATIN, SALAH SATU IKAN AIR TAWAR YANG DAPAT DIKONSUMSI MANUSIA

Ikan patin menjadi salah satu ikan air tawar yang kini dibudidayakan atau domestikasi oleh manusia untuk dimanfaatkan dagingnya. Ikan yang biasa disebut sebagai hiu bangkok ini mempunyai nilai ekonomis yang bagus dipasaran. Karenanya, kini banyak yang menjadikan budidaya atau memeliharai ikan patin untuk tujuan bidang usaha. Rasa yang nikmat dari ikan ini juga dibarengi dengan kualitas gizi yang terdapat padanya. Beberapa kandungan gizi yang dimiliki ikan patin antara lain: Vitamin (A, B6, B12, D), zat besi, selenium, yodium, DHA, omega 3, protein, kalium, sodium, dll. Kandungan gizi tersebut pun mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Info Tentang Ikan Air Tawar Patin

Patin merupakan nama dari ikan air tawar dari Asia Tenggara yang berasal dari marga Pangasianodon, familia Pangasiidae. Nama ilmiah dari ikan patin adalah Pangasianodon hypophthalmus. Ikan patin dikenal sebagai ikan dengan daging yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi manusia. Nama-nama lain dari ikan patin adalah patin siam, jambal siam, lele bangkok, dll. Dalam Bahasa Inggris, ikan patin disebut sebagai siamese shark, sutchi catfish, atau pangasius. Patin hidup secara alami di perairan tawar wilayah Indocina.

Ikan patin tergolong sebagai ikan dasaran, ia juga termasuk dalam kelompok ikan omnivora. Dimana ia ikan kecil, krustacea, bagian-bagian tanaman air, dan lain sebagainya. Di pembudidayaan ikan patin juga biasa diberi pakan buatan atau biasa disebut sebagai pelet. Ikan patin juga termasuk sebagai hewan nokturnal, dimana ia banyak beraktivitas saat malam hari. Ikan ini baik hidup pada perairan dengan oksigen terlarut antara 5 – 6 ppm, karbon dioksida terlarut tidak lebih dari 10 ppm, amonia serta asam belerang tidak lebih dari 10 ppm, suhu antara 25 – 33° C, tingkat keasaman atau pH 7 – 8,5 serta kesadahan 3 – 8 dGH (degres of German total Hardness).

Pemanfaatan utama dari ikan patin sebagai sumber pangan bagi manusia. Ia mempunyai daging yang dinilai lezat dan juga kaya akan kandungan gizi. Beberapa kandungan gizi yang terdapat pada ikan patin yaitu Vitamin (A, B6, B12, D), zat besi, selenium, yodium, DHA, omega 3, protein, kalium, sodium, dll. Kandungan gizi tersebut pun mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia. Memiliki nilai jual yang bagus dan banyak peminatnya, ikan patin pun kini banyak di domestikasi oleh manusia sebagai salah satu bidang usaha.



Mengenal Morfologi Dari Ikan Patin

Ikan patin dapat tumbuh hingga mempunyai panjang lebih dari 1 meter dengan berat melebihi 10 kg. Ia tergolong sebagai ikan yang tidak bersisik. Permukaan tubuhnya ditutupi oleh kulit licin yang mengkilap dengan dominasi warna perak atau silver dengan sedikit kekuningan pada bagian tertentu. Meski sering dikategorikan sebagai catfish, namun patin tidak mempunyai antena atau kumis panjang seperti halnya ikan lele dan keting.

Kepala ikan patin tergolong kecil dengan bentuk segitiga. Lalu pada bagian punggung dibelakang kepala agak sedikit ke atas. Ikan ini mempunyai mata berukuran kecil. Sirip punggung terdapat dibagian depan punggung, kemudian ada tambahan sirip kecil di punggung bagian bekalang. Sirip dada dari patin berada agak ke bawah pada bagian tubuhnya. Kemudian sirip perut yang agak panjang. Dibelakang sirip perut ada sirip dubur yang memanjang hingga ke pangkal ekor. Dibagian ekor, ia memiliki sirip ekor atau caudal fin yang bercabang.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Todak, Ikan Dengan Harga Jual Tinggi Yang Mempunyai Moncong Panjang Dengan Ujung Tajam”. Tulisan ini merupakan pemikiran penulis berdasarkan pada pengetahuan, pengamatan, dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Buleleng. “Ikan Patin, Segalanya Kamu Harus Tahu Tentang Ikan Patin”. https://dkpp.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/ikan-patin-segalanya-kamu-harus-tahu-tentang-patin-73 (diakses 07 Juni 2022).

MEDIAKOM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Gulai Patin Antibodi Sejati”. https://mediakom.kemkes.go.id/2019/07/gulai-patin-antibodi-sejati/

Wikipedia. “Patin Siam”. https://id.wikipedia.org/wiki/Patin_siam