The Unique Information From Indonesian Farmer
 

JAMUR SHII ATAU SHIITAKE, SALAH SATU JAMUR PANGAN DENGAN NILAI EKONOMI BAGUS

Jamur Shii atau jamur shiitake merupakan nama yang biasa digunakan untuk menyebut jamur dengan nama ilmiah Lentinula edodes. Jamur shii termasuk sebagai salah satu jamur yang dapat diolah dan dimakan oleh manusia. Jenis jamur ini biasa tumbuh di batang pohon shii yang telah lapuk. Karenanya, ia bisa disebut dengan jamur shii. Jamur ini begitu terkenal di wilayah Asia Timur, yaitu Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan. Ketiga Negara Asia Timur ini juga menjadi penghasil shitake terbesar di dunia. Selain di Asia timur, jamur shitake juga terdapat di wilayah pegunungan Asia Tenggara.

Ragam Info Tentang Jamur Shii Atau Shiitake

Jamur shii atau biasa disebut shiitake merupakan spesies jamur pangan dari genus Lentinula, familia Marasmiaceae. Nama ilmiah dari jamur ini adalah Lentinula edodes. Sebutan jamur shii atau shiitake yang dari spesies jamur ini dikarenakan ia yang sering tumbuh di batang dari pohon shii (Castanopsis cuspidata) yang telah lapuk. Di dalam Bahasa Tionghoa jamur ini mempunyai tiga nama, yaitu xiānggū (jamur harum), dōnggū (jamur musim dingin), serta huāgū (jamur bunga). Jamur ini berasal dari Tiongkok dan telah dibudidayakan sejak sekitar 1.000 tahun yang lalu. Sedangkan di Indonesia, jamur shii biasa disebut sebagai jamur jengkol, sebab mempunyai aroma seperti jengkol.

Jamur ini telah tersebar dan tumbuh secara alami di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Tiga Negara di Asia Timur, yaitu Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok menjadi penghasil dan pengonsumsi jamur shiitake terbesar di Dunia. Di sana, jamur ini juga menjadi salah satu bahan pangan umum dan mudah ditemukan. Shiitake tumbuh secara alami di beberapa batang pohon yang telah lapuk dengan udara yang lembab. Jenis pohon yang bisa menjadi tempat tumbuh dari jamur shii diantaranya: pohon Castanopsis cuspidata (pohon shii), Castanea crenata (kastanye), serta di jenis pohon Quercus acutissima. Sedangkan ketika dibudayakan, jamur ini biasa dibudidayakan dengan media tanaman serbuk kayu bekas penggergajian kayu.

Jamur shitake dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber pangan. Tidak hanya dikenal mempunyai rasa yang nikmat, jamur ini juga kaya kandungan gizi. Kandungan gizi yang ada pada jamur ini antara lain: protein, serat, karbohidrat, vitamin B1 dan B2, vitamin C, vitamin D12, lemak asam linoleat, serat dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mengolah jamur ini tidaklah sulit. Sebelum dimasak, jamur shitake dibuat layu dahulu dengan direndam atau dimasukkan dalam air mendidih seperti halnya ketika akan megolah jamur kuping. Setalah itu baru ditiriskan dan dimasak menjadi berbagai jenis masakan. Ia bisa dikreasikan menjadi banyak jenis masakan yang tentunya mempunyai rasa lezat.

Mengkonsumsi jamur shitake juga memberi banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya: memperkuat sistem imun, menjaga kesehatan jantung, mencegah kanker, mencegah obesitas, menjaga kesehatan otak, dan masih banyak lagi yang lainnya.



Morfologi Dari Jamur Shiitake

Jamur shii biasa tumbuh dengan batang yang melengkung. Sebab biasa tumbuh di batang pohon atau baglog yang berdiri. Jamur ini mempunyai warna cokelat tua pada sisi atas payungnya dan mempunyai bulu-bulu halus. Dibagian bawah payung jamur, serta batangnya berwarna putih. Payung atau tudung luar dari jamur ini berbentuk cembung. Bagian bawah payung terdapat himenium dengan banyak jari-jari seperti insang atau filter udara pada AC. Batang atau tangkai buah dari jamur ini berbentuk silindris dan polos. Perkembang-biakan dari jamur ini lewat spora. Spora jamur shii ada dua jenis warna, yaitu kuning dan putih.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Jamur Shii Atau Shiitake, Salah Satu Jamur Pangan Dengan Nilai Ekonomi Bagus”.Tulisan ini merupakan pemikiran penulis berdasarkan pada pengetahuan, pengamatan, dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

(diakses 15 Mei 2022).

Dinas Pertanian Provinsi Banten. “Budidaya Jamur Shitake”. https://dispertan.bantenprov.go.id/lama/read/artikel/562/Budidaya-Jamur-Shitake.html

Widiastuti, Netty. 2008. Jurnal Al Azhar Indonesia. “Kandungan Serta Jamur Shiitake (Lentinus edodes) Dan Jamur Tiram (Pleurotus sp.)”. Dipublikasikan oleh Repository BPPT, https://digilib.bppt.go.id/sampul/IA-57L-12-0077.pdf

PUSLTBANG Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia. “Budidaya Jamur Tiram, Kuping Dan Shitake”. https://hortikultura.litbang.pertanian.go.id/web/berita-675-budidaya-jamur-tiram-kuping-dan-shintake.html

Radio Republik Indonesia (RRI). “Manfaat Mengejutkan Jamur Shitake, Si Cokelat Yang Rendah Kalori”. https://rri.co.id/padang/ragam/gaya-hidup/1278963/manfaat-mengejutkan-jamur-shitake-si-cokelat-yang-rendah-kalori

Wikipedia. “Jamur Pangan”. https://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_pangan

  “Jamur Shitake”. https://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_shitake