The Unique Information From Indonesian Farmer
 

JAMUR KANCING, BAHAN PANGAN YANG DAPAT DIOLAH MENJADI MAKANAN LEZAT DAN BERGIZI

Jamur Kancing atau jamur kompos adalah salah satu spesies jamur yang bisa dikonsumsi atau dimakan oleh manusia. Jenis jamur yang mempunyai payung bundar seperti kancing saat masih kuncup ini memang masih kalah familiar atau terkenal dibandingkan jamur tiram, jamur merang, atau jamur kuping. Tapi di banyak Negara khususnya di wilayah Eropa, jamur ini menjadi bahan pangan yang dikenal orang-orang. Jamur kancing ini tergolong sebagai salah satu bahan pangan yang dapat diolah dengan mudah hingga menjadi makanan lezat dan tentunya bergizi.

Ragam Info Tentang Jamur Kancing

Jamur kancing atau jamur kompos (Agaricus bisporus) adalah spesies jamur dari genus Agaricus, famili Agaricaceae yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh manusia. Konon, jamur ini telah hidup sejak zaman Romawi serta Yunani kuno dan hidup secara alami pada media tanam berupa tumpukan kotoran kuda. Secara alami, jamur ini kini banyak tumbuh di batang kayu dari tanaman yang telah mati. Dikenal sebagai jamur pangan dengan nilai ekonomis yang bagus, jamur kancing pun banyak dibudidayakan oleh manusia. Bahkan ia termasuk sebagai jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan di Dunia. Budidaya jamur kancing biasa dilakukan oleh manusia dengan media tanam dari serbuk kayu, seperti halnya jamur tiram, jamur kuping dan jamur merang.

Ada banyak nama dari jamur kancing dalam Bahasa Inggris, diantaranya: table mushroom, white mushroom, common mushroom, cultivated mushroom dan champignon. Kata champignon dalam untuk sebutan jamur kancing berasal dari Bahasa Perancis untuk jamur secara umum. Jamur kancing juga diperkirakan telah dibudidayakan sejak abad ke 17 di Perancis. Karenanya, jamur ini pun biasa disebut sebagai champignon de Paris (jamur dari Paris).

Jamur kancing menjadi salah satu bahan pangan yang kaya kandungan gizi. Ia kaya akan vitamin B, mineral (potasium), serat dan masih banyak lagi yang lainnya. Jamur ini juga bebas lemak, sodium, serta rendah kalori. Jadi ia menjadi salah satu bahan pangan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi. Mengolah jamur kancing menjadi makanan juga cukup mudah, ia bisa dimasak dengan menu modern atau tradisional. Pepes, serta tumis menjadi dua jenis masakan tradisional Nusantara yang bisa menggunakan jamur ini sebagai isiannya. Aroma yang dikeluarkan dari jamur kancing juga cukup menggoda. Ia mempunyai aroma seperti daging dan biasa dianggap agak manis oleh sebagian orang.



Morfologi Dari Jamur Kancing

Penampakan dari jamur kancing sekilas mirip dengan jamur merang. Namun, jamur kancing mempunyai katup atau payung yang membulat, lebih besar, cembung, namun pendek. Sedangkan jamur merang payungnya lebih kecil, tidak terlalu cembung serta agak lonjong. Untuk pembagian tubuh dari jamur kancing juga sama dengan jamur merang, yaitu payung atau katup dibagian atas, batang atau tiang, serta akar.

Pada atas kubahnya terdapat spora yang berwarna putih. Bagian bawah kubah jamur kancing terdiri dari rangkain rangka yang berserat dan membentuk seperti filter udara pada mesin kendaraan atau mesin AC. Dari variasi warna, jamur kancing mempunyai tiga warna, yaitu putih, krem dan juga cokelat. Warna jamur kancing cokelat sendiri adalah variasi hasil mutasi alami dari perkebunan seorang petani Pennsylvania yang ditemukan pada tahun 1926.

Jamur kancing dipanen saat katup atau payungnya masih kuncup dengan diametar sekitar 2-4 cm. Saat telah dipetik dan berada pada ruang terbuka (tidak dalam wadah), jamur akan berubah menjadi kecokelatan. Karenanya, harus segera diolah agar tidak kehilangan kesegarannya serta berubah warnanya. Panen jamur ini dilakukan dengan mengambil payung atau kubah jamur yang cembung berbentuk seperti kancing dan sebagian kecil batangnya. Sama seperti jamur merang, jamur kancing yang telah mekar payungnya mempunyai rasa tidak enak saat dimasak.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Jamur Kancing, Bahan Pangan Yang Dapat Diolah Menjadi Makanan Lezat Dan Bergizi”.Tulisan ini merupakan pemikiran penulis berdasarkan pada pengetahuan, pengamatan, dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Wikipedia. “Jamur Kancing”. https://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_kancing (diakses 13 Mei 2022).