The Unique Information From Indonesian Farmer
 

BRANJANGAN, SI BURUNG KECIL YANG LANGKA DENGAN HARGA JUAL JUTAAN RUPIAH

Branjangan termasuk spesies burung kicau bertubuh kecil yang langka dengan harga jual hingga jutaan rupiah. Dulu ia sering berkeliaran disekitar area persawahan, kebun atau pinggir hutan. Namun kini burung branjangan telah sulit ditemukan, dan ia juga menjadi salah satu burung yang diawasi perdagangannnya. Sebagai jenis burung pengicau, branjangan tergolong sebagai burung yang pintar. Selain suara aslinya yang merdu, burung ini juga dapat menirukan suara dari burung lainnya. Karena alasan tersebut juga burung branjangan mempunyai nilai jual tinggi dan juga banyak disukai penghobi burung kicau. Tapi, permintaan yang tinggi pula yang membuat perburuan dari burung branjangan dilakukan secara besar-besaran dan berimbas pada kelangkaan satwa ini.

Info Tentang Burung Branjangan, Si Burung Kecil Yang Langka

Burung branjangan merupakan spesies burung kicau bertubuh kecil dari marga Mirafra, suku Alaudidae, ordo Passeriformes. Nama ilmiah dari burung branjangan adalah Mirafra javanica. Burung ini mempunyai sebaran asli di wilayah Asia Tenggara dan Australia. Dalam Bahasa Inggris, burung branjangan biasa disebut dengan Horsfield’s bush lark atau singing bush lark. Nama bush lark juga biasa digunakan untuk menyebut burung-burung kecil dari dari genus Mirafra. Dimana dalam genus ini terdapat 44 spesies.

Dari satu spesies branjangan dibagi lagi menjadi 16 subspesies, yaitu: Mirafra javanica williamsoni, Mirafra javanica phillipinensis, Mirafra javanica mindanensis, Mirafra javanica javanica, Mirafra javanica parva, Mirafra javanica timorensis, Mirafra javanica aliena, Mirafra javanica woodwardi, Mirafra javanica halli, Mirafra javanica forresti, Mirafra javanica melvillensis, Mirafra javanica soderbergi, Mirafra javanica rufescens, Mirafra javanica athertonensis, Mirafra javanica horsfieldii, dan Mirafra javanica secunda.

Branjangan tergolong sebagai hewan omnivora. Ia memakan biji-bijian, serangga, krustasea kecil, ikan-ikan kecil dll. Paruh yang tebal dan kokoh membantu burung ini untuk menghancurkan cangkang dari biji-bijian yang akan ia makan. Ia termasuk spesies burung tropis. Tempat ia hidup bisa di dataran rendah dan juga dataran tinggi hingga 800mdpl. Habitat dari burung branjangan adalah padang rumput, area persawahan, perkebunan, tepi hutan, tepi danau atau rawa, dan juga tepi sungai.

Jadi, burung ini suka tinggal dan beraktivitas di area terbuka dan semi terbuka dengan sedikit pepohonan. Ia biasa membangun sarang di antara ranting-ranting pohon yang rendah atau juga semak belukar. Burung ini akan membangun sarangnya dari tangkai rumput-rumputan, daun hingga ranting tanaman. Ia memiliki sarang berbentuk seperti mangkok. Diameter sarangnya bisa mencapai 28 inch dan memiliki kedalaman sekitar 1 inch. Indukan burung ini umumnya dapat bertelur dan menetaskan hingga 3 telur. Anakan burung akan meninggalkan sarangnya ketika telah bisa terbang, kira-kira saat berumur 7 hingga 14 hari setelah ia menetas.



Morfologi Dari Burung Branjangan (Mirafra javanica)

Burung branjangan mempunyai warna bulu yang terdiri dari kombinasi warna hitam, cokelat tua, cokelat muda, serta putih kecokelatan (warna cappucino). Pada bagian dada hingga pangkal ekor warna putih kecokelatan. Untuk bulu ekor panjangnya berwarna cokelat tua. Lalu pada bagian kepala, punggung, serta sayap memiliki warna warna hitam, cokelat tua, cokelat muda, serta putih kecokelatan yang bermotif tak beraturan. Dibagian kepala, tepatnya atas mata dari burung ini mempunyai bulu yang membentuk garis dengan warna cappucino. Paruh dari burung branjangan berwarna cokelat tua hingga putih kecokelatan. Kemudian untuk kakinya, bisa berwarna putih kecokelatan (cappucino), kemerahan, hingga putih.

Burung pengicau ini mempunyai ukuran tubuh tergolong kecil. Berat tubuhnya antara 18–25 gram. Dari paruh hingga ekor, ia mempunya panjang tubuh sekitar 14 cm. Panjang sayapnya sekitar 61–81 mm. Bulu ekornya mempunyai panjang 40–56 mm. Lalu panjang paruhnya antara 12–16 mm. Paruh yang dimiliki burung branjangan tergolong besar jika menggunakan ukuran tubuhnya sebagai perbandingan. Paruh yang tebal, serta kuat ini digunakan untuk menghancurkan cangkang biji-bijian, hingga meremukkan mangsanya.

Branjangan tergolong sebagai burung yang pintar. Sebab Ia dapat menirukan suara burung lainnya. Saat musim kawin, ia pun sering berkicau tidak kenal waktu (bisa di waktu pagi, siang, sore,serta malam hari) di wilayah kekuasaannya. Mempunyai suara kicauan yang merdu dan bervariasi juga menjadikan burung branjangan disukai penggemar burung kicau. Ia pun sering diburu untuk dijadikan hewan peliharaan. Dan imbas dari perburuan burung ini tentu saja bisa menyebabkan kelangkaan seperti sekarang ini, bahkan juga bisa mengakibatkan kepunahan ketika tidak dibarengi dengan pelestarian. Mencegah kepunahan dari burung branjangan, pemerintah pun menetapkan ia sebagai satwa yang diawasi dan dilingdungi kelestariannya.

Demikian penjelasan singkat terkait dengan “Branjangan, Si Burung Kecil Yang Langka Dengan Harga Jual Jutaan Rupiah”. Tulisan ini juga berdasarkan pengetahuan, pengamatan, pendapat pribadi penulis dan juga dari referensi. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan dalam penulisan atau Informasi! Terima Kasih.

Referensi :

Biodiversity Warriors Kehati. “Branjangan Jawa timorensis / Singing Bush-lark”. https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/artikel/branjangan-jawa-timorensis-singing-bush-lark/ (diakses 15 Mei 2022).

Wikipedia. “Branjangan”. https://id.wikipedia.org/wiki/Branjangan

  “Horsfield’s Bush Lark”. https://en.wikipedia.org/wiki/Horsfield%27s_bush_lark

  “Mirafra”. https://en.wikipedia.org/wiki/Mirafra